Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gubernur Banten Tolak Honor Satgas COVID-19 Sebesar Rp. 25 Juta

 


SERANG, - Gubernur Banten Wahidin Halim menolak menerima iuran Satgas Covid-19 Provinsi Banten sebesar 25 juta rupiah per bulan.

Menurut Wahidin, penolakan tersebut bertujuan untuk melindungi perasaan masyarakat Banten yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Demi menjaga perasaan masyarakat, menjaga empati dan kepekaan terhadap warga Banten yang terdampak dan terdampak Covid-19,” kata Wahidin dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (30/8/2021).

Mantan Wali Kota Tangerang itu saat ini tengah berkonsentrasi menangani pandemi Covid-19 bersama kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Selain itu, upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya pasien Covid-19 di RS Banten dan RS Malimping serta di Labkesda Banten.

“Peninjauan dan pemeriksaan pelaksanaan PPKM, penyaluran bansos kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, percepatan vaksinasi untuk memulihkan perekonomian nasional,” kata Wahidin.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, berdasarkan surat Mendagri nomor 900/5663/SJ disebutkan honor untuk ketua Satgas Covid-19 sebesar Rp25 juta. per bulan.

"Gubernur mendapat jatah 25 juta rupiah per bulan. Dia (Wahidin) menolak iuran, meski secara hukum bisa," kata Rina saat ditanya wartawan.

Menurut Rina, selain Wahidin, honorarium satgas juga ditolak Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Sekda dan jajaran Satgas Covid-19 Provinsi Banten.

“Anggaran ini (Satgas Kehormatan) akan digunakan untuk melakukan perubahan APBD untuk kegiatan dan program prioritas,” kata Rina.

Posting Komentar untuk "Gubernur Banten Tolak Honor Satgas COVID-19 Sebesar Rp. 25 Juta"