Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ranumnya Laba Bisnis Kelapa Muda di Banda Aceh

Cek tersebut terlihat sangat ramai, Selasa (31/8/2021). Dia sepertinya tidak pernah berhenti melayani pembeli. Di toko sederhana di daerah Blang Padang Banda Aceh, Cek melayani rata-rata 100 pembeli sehari.

Pendapatan juga meningkat selama PPKM karena air kelapa muda cenderung menjadi sasaran masyarakat, terutama karena kandungan kalium dan magnesiumnya meningkatkan kekebalan.

Meski terlihat sederhana, namun hasil dari bisnis ini cukup menguntungkan. Cek bisa menghasilkan hingga Rp 20 juta per bulan. “Mereka biasanya menjual 150 butir telur sehari. Kami jual kelapa alam seharga Rp8 ribu per butir, gula pasir seharga Rp9 ribu dan campuran sirup seharga Rp10 ribu,” kata Cek.

Pedagang berusia 23 tahun itu juga mengatakan tidak butuh banyak modal untuk menjual es krim kelapa muda. "Kami mengambil 500 butir setiap tiga hari dari pemasok seharga 4.000 rupee," katanya.

Hal yang lebih menggiurkan datang dari pedagang lainnya, Ahmad, 27 tahun. Ia mampu menjual hingga 1.000 butir kelapa dalam waktu lima hari.

Ahmad mengatakan, risiko berdagang es krim kelapa muda relatif rendah. Dalam cuaca yang tidak mendukung, seperti saat musim hujan, hal ini dapat dihindari dengan mengurangi pasokan buah kelapa.

“Walaupun penjualannya tergantung cuaca dan persaingan, sejauh ini sudah terjual 1.000 item dalam waktu tiga hari, maksimal lima hari,” kata Ahmad. | MAHDALENA SAHPITRI / SHOPIE AGUSTINA

Posting Komentar untuk "Ranumnya Laba Bisnis Kelapa Muda di Banda Aceh"