Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sempat Ada Fatwa Haram dan Ancaman Cambuk, Aceh Tetap Kirim Tim Esports ke Pra PON Papua

Provinsi Aceh akan mengirim tim esporst ke Pra PON Papua meski sebelumnya para ulama di daerah tersebut sebelumnya pernah mengeluarkan fatwa haram dan bahkan menganjurkan hukuman cambuk bagi mereka yang gemar bermain game online.

Seperti diwartakan Antara, Selasa (31/8/2021), tim Bos Omar Esports dari Kabupaten Aceh Tamiang akan mewakili Aceh pada Pra PON XX Papua 2021 cabang esport setelah meraih juara satu pertandingan Mobile Legends se-Provinsi Aceh.

Ketua Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Aceh Tamiang Omar Ahsyad di Aceh Tamiang, mengatakan pertandingan Mobile Legends tingkat provinsi diikuti 250 peserta.

"Tim Bos Omar Esports berhasil lolos ke semifinal. Di babak empat besar Tim Omar Esport bertemu dengan tim dari Aceh Tamiang lainnya hingga akhirnya melaju ke babak final," kata Omar Ahsyad.

Di babak pamungkas tim mobile legends Bos Omar Esports berhasil menaklukkan Vulcan Banda Aceh Mix dengan skor 2-1. Dengan kemenangan ini, Bos Omar Esports mewakili Aceh ke Pra PON XX di Provinsi Papua.

Omar Ahsyad mengatakan Pra PON XX Regional VI Sumatera berlangsung 9-10 September 2021. Omar Ahsyad mengatakan tim Bos Omar Esports terus melakukan persiapan menjelang Pra PON. Tim tersebut memanfaatkan fasilitas internet di warung-warung kopi.

Tim Bos Omar Esports terdiri atas lima pemain. Mereka adalah Nurhariansyah (kapten), Muhammad Rizqan, Reza Maulana Pahlefi, Muhammad Aziba, dan Muhammad Adenin.

Menyangkut dengan kendala, Omar Ahsyad mengakui tim Bos Omar Esports mengalami keterbatasan dalam spesifikasi gawai. Gawai yang dipakai merupakan yang paling standar.

Namun begitu, tim Bos Omar Esports tetap optimis meraih prestasi terbaik, sehingga bisa mewakili Aceh pada PON XX di Provinsi Papua, Oktober mendatang, kata Omar Ahsyad.

"Sejauh ini, mereka belum ada dukungan dari sponsor maupun pemerintah daerah. Keberangkatan tim ke Pra PON menggunakan biaya pribadi," kata Omar Ahsyad

Posting Komentar untuk "Sempat Ada Fatwa Haram dan Ancaman Cambuk, Aceh Tetap Kirim Tim Esports ke Pra PON Papua"