Putri Malcolm X ditemukan tewas

 Putri aktivis Malcolm X ditemukan tewas di rumahnya. Malika Shabazz (56) adalah salah satu dari anak kembar termuda Malcolm X.


Malik ditemukan Senin lalu (22 November) di rumahnya di Brooklyn, New York. Kabar meninggalnya Malikah datang dari Bernice King, putri aktivis Martin Luther King Jr.

"Saya turut berduka atas kematian Malikah Shabazz," kata King di Twitter.


Malcolm X adalah juru kampanye kesetaraan ras di Amerika Serikat. Dia pernah menjadi anggota Nation of Islam sebelum akhirnya meninggalkan dan mendirikan Muslim Mosque, Inc. (MMI) dan Organisasi Persatuan Afro-Amerika Pan-Afrika (OAAU).


Semua anak Malcolm X memiliki nama Timur Tengah, seperti Attallah, Ilyasah, Gamilah (terinspirasi oleh Gamal Abdel Nasser), dan si kembar Malikah dan Malaak.


Putri kembar Malcolm X lahir tak lama setelah dia dibunuh. Nama Malikah dan Malaak terinspirasi dari nama Malcolm.


Malcolm X dibunuh pada 21 Februari 1965. Malcolm ditembak dan dibunuh beberapa kali. Tiga anggota Nation of Islam ditangkap, tetapi dua baru-baru ini dibebaskan.


Kedua orang tersebut adalah Muhammad Aziz dan Khalil Islam. Mereka mengaku tidak bersalah sejak awal.


AP News mengatakan ada bukti baru untuk membantu mengklarifikasi nama kedua pria itu. Aziz kini berusia 83 tahun dan menyambut kebebasannya. Namun, Khalil telah meninggal.


Anggota Nation of Islam lainnya, Mujahid Abdul Halim, dibebaskan bersyarat pada 2010.


Malcolm X sebenarnya adalah anggota Nation of Islam, tetapi dia pergi dan menabrak grup tersebut.



0 Comments