8 Efek Samping Diet Keto, Jangka Pendek dan Jangka Panjang

kabaris.com - Meski diklaim efektif dan cepat menurunkan berat badan, diet keto justru dianggap menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Efek samping dari diet keto justru bisa membuat Anda kewalahan.


Pada dasarnya, diet keto dijalankan dengan mengurangi asupan karbohidrat sekaligus meningkatkan jumlah asupan lemak.

Diet di atas menempatkan tubuh dalam keadaan metabolisme yang disebut ketosis. Kondisi ini diduga membuat tubuh lebih efisien dalam membakar lemak.


Ketosis terjadi ketika tubuh mulai memecah lemak karena kekurangan gula darah. Tubuh kemudian mengubah lemak menjadi keton, yang menyediakan energi.


Banyak orang melakukan diet keto karena ingin menurunkan berat badan. Yang lain melakukan diet keto untuk mengelola kondisi medis tertentu, seperti diabetes.


Bila dilakukan sembarangan, Anda perlu mewaspadai bahaya diet keto.


Efek Samping dari Diet Keto

Mengikuti diet ketat tinggi lemak dan rendah karbohidrat memang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Namun, di sisi lain, diet ini juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping.



Berikut beberapa efek samping diet keto, dalam jangka pendek dan panjang.


1. Menurunkan mood

Sejumlah sumber karbohidrat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi serotonin, zat kimia di otak yang membantu mengatur suasana hati.

Mengutip Pencegahan, diet keto berpotensi mengganggu mood akibat rendahnya kadar serotonin.

2. Mengubah perilaku makan

Memotong asupan karbohidrat membuat otak melepaskan senyawa kimia yang disebut neuropeptida-Y. Senyawa ini memberi sinyal ketika tubuh membutuhkan karbohidrat.

Ketika tubuh tidak mendapatkan karbohidrat yang dibutuhkan, neuropeptida-Y menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini bisa memicu pola makan yang buruk, seperti makan tidak teratur dan makan berlebihan.

3. Sembelit

Sembelit adalah efek samping paling umum dari diet rendah karbohidrat, termasuk diet keto. Membatasi asupan karbohidrat sama dengan mengurangi asupan makanan berserat tinggi.

Asupan serat yang rendah bisa memicu sembelit.

4. Diare

Diet tinggi lemak seperti keto membuat hati melepaskan empedu ekstra.

Empedu sendiri dikenal sebagai pencahar alami. Terlalu banyak empedu yang dikeluarkan dapat memicu diare

5. Bau mulut

Saat memasuki keadaan ketosis, tubuh akan menghasilkan senyawa kimia yang disebut keton. Kadar keton yang tinggi dapat memicu bau mulut.

Keton dilepaskan dari tubuh melalui pernapasan. Napas akibat kadar keton yang tinggi biasanya menimbulkan bau tak sedap akibat penumpukan bakteri di dalam mulut.

6. Rasa haus yang berlebihan

Diet keto dapat menyebabkan lonjakan rasa haus. Anda disarankan untuk meningkatkan asupan air Anda

Tidak ada rekomendasi berapa banyak cairan yang Anda butuhkan saat menjalani diet keto. Namun, usahakan penuhi kebutuhan cairan agar urin berwarna bening atau kuning pucat.

Jika urin Anda berwarna gelap, maka Anda perlu meningkatkan asupan cairan.

7. Keto flu

Saat beralih ke keadaan ketosis, banyak orang mengalami flu keto. Mengutip Medical News Today, kondisi ini menyebabkan sejumlah gejala seperti insomnia, kelelahan, mual dan muntah, penurunan daya tahan saat berolahraga, sakit kepala, sembelit, dan pusing.

Bagi kebanyakan orang, flu keto adalah efek samping jangka pendek yang membaik dalam beberapa hari atau minggu. Penuhi asupan cairan dan elektrolit untuk meredakan gejala.

8. Kerusakan ginjal dan jantung

Saat menjalani diet keto, seseorang berisiko mengalami kekurangan elektrolit. Kondisi ini rentan terhadap gangguan pada ginjal, termasuk pembentukan batu ginjal.

Selain itu, kekurangan elektrolit juga berisiko memicu aritmia jantung. Elektrolit dibutuhkan untuk detak jantung yang normal.

Kerusakan ginjal dan jantung adalah efek samping jangka panjang dari diet keto.

0 Comments