Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Alasan Indonesia bungkam soal berita protes China di Laut Natuna

Thursday, December 2, 2021 | December 02, 2021 WIB Last Updated 2021-12-02T02:22:05Z

kabaris.com - Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan mengungkapkan alasan Indonesia bungkam terkait aksi protes yang dilancarkan China di Laut Natuna. Farhan menilai Indonesia selama ini diam terhadap media untuk mencegah konflik diplomatik dengan China.


Farhan menambahkan, pemerintah menilai membocorkan berita tentang protes China ke media akan menciptakan insiden diplomatik antara kedua negara.

China sendiri merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dan sumber investasi kedua negara.


Sebelumnya, Farhan membeberkan informasi terkait protes China di Laut Natuna terkait pengeboran minyak dan gas bumi Indonesia. Beijing mendesak Jakarta menghentikan pengeboran ini, karena China menganggap pengeboran dilakukan di wilayah mereka.


Menurut Farhan, protes ini disampaikan melalui surat kepada Kementerian Luar Negeri RI oleh seorang diplomat China.


"Jawaban kami sangat tegas, bahwa kami tidak akan menghentikan pengeboran karena itu adalah hak kedaulatan kami," kata Farhan, dikutip dari Reuters.


"(Surat itu) sedikit mengancam, karena ini adalah upaya pertama diplomat China untuk mendorong agenda sembilan garis putus-putus mereka terhadap hak-hak kami di bawah Hukum Laut," tambah Farhan.


Saat dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, Farhan membenarkan pernyataannya



"Saya tidak tahu pasti. Yang jelas, pemerintah menyampaikan dalam briefing (pertemuan dengan DPR) tentang protes China dan tanggapan pemerintah Indonesia atas surat itu," kata Farhan, Rabu (1/12).


Adanya surat ini juga dibenarkan oleh tiga sumber yang diwawancarai oleh Reuters. Dua di antaranya mengatakan, insiden protes kerap dilakukan China saat menuntut penghentian kegiatan pengeboran yang dilakukan di Laut China Selatan.


Potensi ketegangan antara Indonesia dan China juga terungkap ketika ada laporan kapal riset China mengitari kawasan Natuna pada Agustus lalu.


Sebuah tinjauan gambar dan data dari Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), menunjukkan kapal penelitian China, Haiyang Dizhi 10, tiba di area blok D-Alpha, Laut Natuna, pada akhir Agustus. . Kapal ini mengitari daerah sengketa selama tujuh minggu.


IOJI juga meminta pemerintah Indonesia mengirimkan nota diplomatik terkait keberadaan kapal Haiyang Dizhi.


“Mengirim nota diplomatik kepada pemerintah China untuk meminta klarifikasi terkait kegiatan Kapal Survey Hai Yang Di Zhi 10 dan Kapal Survey Yuan Wang 6 di ZEE Indonesia,” tulis IOJI.



×
Berita Terbaru Update