Alec Baldwin menyangkal menarik pelatuk selama insiden penembakan Rust

kabaris.com - Alec Baldwin telah membuka tentang insiden penembakan fatal di lokasi syuting Rust. Baldwin mengatakan dia tidak menarik pelatuk pistol yang menewaskan sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza di lokasi syuting Rust.


"Pemicunya tidak ditarik. Saya tidak menarik pelatuknya," kata Alec Baldwin seperti dikutip CNN dalam wawancara dengan ABC News, Rabu (1/12) waktu AS.


Ini adalah kesempatan pertamanya untuk duduk dan berbicara langsung dengan media sejak insiden penembakan pada Oktober 2021.


Dalam kesempatan itu, aktor juga ditanyai alasan mengacungkan senjata meski tidak ada adegan yang mengharuskan senjata dalam naskah saat itu. Alec Baldwin sekali lagi menegaskan bahwa dia tidak pernah menodongkan pistol ke siapa pun.


"Saya tidak akan pernah menodongkan pistol ke siapa pun dan menarik pelatuknya, tidak akan pernah," katanya.


Selain itu, aktor kelahiran 1958 itu juga mengaku tidak mengetahui bahwa pistol Colt kaliber .45 yang digunakan saat syuting film Rust memiliki peluru tajam.


"Seseorang menaruh peluru tajam di pistol, peluru yang seharusnya tidak ada di properti itu," kata Alec Baldwin.


Dalam wawancara tersebut, aktor yang juga mengisi suara dalam film animasi The Boss Baby (2017) dan sekuelnya, The Boss Baby: Family Business (2021), itu langsung emosional saat membahas sinematografer Halyna Hutchins.


Di mata Baldwin, Halyna Hutchins adalah sosok yang dikagumi dan dicintai banyak orang, terutama mereka yang pernah menggarap proyek yang sama. Ia pun mengaku masih belum bisa menerima kenyataan meninggalnya sang sinematografer.


Baldwin bahkan menganggap kematian sinematografer Halyna Hutchins dalam insiden itu sebagai hal terburuk dalam hidupnya.


"Karena kejadian itu, saya terus berpikir, apa yang telah saya lakukan," kata Alec Baldwin.


Sebelumnya, insiden penembakan fatal di lokasi syuting film terbaru Alec Baldwin menewaskan sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza.

Peristiwa itu bermula saat Alec Baldwin dan kru produksi melakukan proses syuting untuk film Rust yang berlangsung di Bonanza Creek Ranch, Santa Fe, Kamis (21/10) waktu Amerika Serikat.


Penembakan itu melibatkan pistol sebagai penyangga adegan. Sayangnya, senjata milik Baldwin dalam penembakan itu melukai dua orang di lokasi syuting.


Polisi mengatakan Hutchins dilarikan ke Rumah Sakit Universitas New Mexico dengan helikopter. Namun, dia meninggal saat tiba di rumah sakit.


Sementara itu, Souza, 48 tahun, dibawa dengan ambulans ke Christus St. Vincent Regional Medical Center, Santa Fe. Saat ini, dia telah kembali ke rumah.


Insiden itu juga telah mendorong seruan untuk reformasi praktik keselamatan yang lebih baik di lokasi syuting terkait penggunaan senjata.


Alec Baldwin juga meminta polisi untuk terlibat dalam proses penembakan menggunakan senjata properti. Baldwin mengatakan langkah itu dimaksudkan untuk memungkinkan polisi memantau keamanan senjata properti di lokasi syuting.


Permintaan itu disampaikan Baldwin melalui unggahan di akun media sosialnya, Senin (8/11) waktu AS.


"Setiap film/set TV yang menggunakan senjata api, palsu atau lainnya, harus memiliki petugas polisi di lokasi syuting, disewa oleh produksi, untuk secara khusus memantau keamanan senjata," tulis Baldwin dalam postingannya.

0 Comments