Astronot Menangis Melihat Kondisi Bumi dari Luar Angkasa, Ada Bahayanya

kabaris.com - Belum lama ini, astronot NASA Megan McArthur mengaku sedih melihat Bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Penyebabnya adalah terjadinya kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah di bumi belakangan ini.


Foto: Penampakan Bumi dari Luar Angkasa 

Bahkan api dapat terlihat dengan mudah dari luar angkasa. "Kami sangat sedih melihat kebakaran di sebagian besar Bumi, bukan hanya Amerika Serikat," kata Megan McAthur dalam wawancara dengan Insider dan dikutip dari Futurism, dikutip Senin (13/12/2021).


Dia mengatakan para ilmuwan sebenarnya telah memperingatkan tentang kebakaran itu. Untuk mengatasi masalah ini, Megan menghimbau perlu kerjasama dari seluruh masyarakat global.


"Selama bertahun-tahun para ilmuwan di seluruh dunia telah membunyikan bel alarm ini. Ini adalah peringatan bagi seluruh komunitas global. Dibutuhkan seluruh komunitas global untuk menghadapi ini dan mengatasi tantangan-tantangan ini," jelasnya.


Kebakaran hutan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Siberia, Yunani, Spanyol hingga Pacific Northwest. Dilaporkan berdasarkan citra satelit yang menunjukkan kebakaran hutan berupa kepulan asap.


Kabarnya Turki hancur akibat kebakaran hutan tersebut. Sementara Amerika Serikat (AS) berusaha merekrut petugas pemadam kebakaran yang cukup.


Di Brasil, kawasan hutan hujan juga terancam deforestasi. Kejadian ini, disebutkan dalam penelitian Dr. Simon Evans dari Carbon Brief, telah berlangsung selama beberapa dekade terakhir.


Penggundulan hutan dilakukan untuk lahan yang dapat dimanfaatkan, seperti pertanian, peternakan, bahkan pemukiman atau perkotaan. Deforestasi di Brazil dilakukan oleh penjajah sebagai cara membuka lahan untuk menanam tanaman komersial seperti karet, gula dan tembakau.


Bencana ini dipercepat pada paruh terakhir abad ke-20 untuk menciptakan peternakan sapi, perkebunan tanaman skala industri. Contohnya adalah kedelai, kelapa sawit dan penebangan.


Dari foto udara yang dibagikan baru-baru ini, terlihat bahwa hutan terus mengalami pengurangan lahan. Amazon melepaskan lebih banyak Co2 daripada yang diserapnya dalam 10 tahun terakhir.


Sebanyak 40% hutan juga bisa berubah menjadi sabana kering, hal ini akan terjadi jika terjadi hujan akibat perubahan iklim. Sabana yang didominasi oleh padang rumput cenderung ada di daerah dengan iklim sedang dan curah hujan lebih sedikit daripada hutan hujan.

0 Comments