Beuh! Cuma 0,01% Investor Kuasai 27% Total Koin Bitcoin

kabaris.com - Sebuah studi teranyar menunjukkan, sekitar kurang dari 1% dari pemegang aset kripto bitcoin (BTC) terbesar diduga mengendalikan lebih dari seperempat dari total koin BTC yang beredar.

Melansir The Wall Street Journal (WSJ), Senin (20/12/2021), Biro Riset Ekonomi Nasional sebuah organisasi penelitian nirlaba swasta Amerika Serikat (AS), merilis sebuah penelitian yang mengklaim bahwa 10.000 investor Bitcoin, atau 0,01% dari semua pemegang BTC, menguasai 5 juta BTC, atau 27% dari semua 18,9 juta koin yang beredar.

Sementara, jumlah BTC yang dipegang oleh kalangan "satu persen" (1%) setara dengan sekitar US$ 232 miliar atau Rp 3.317 triliun (asumsi kurs Rp 14.300/US$).

Menurut laporan WSJ tersebut, pemegang koin teratas mengendalikan porsi BTC yang lebih besar daripada yang dikendalikan oleh rumah tangga Amerika terkaya dalam bentuk dolar AS. Mengutip data dari bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), laporan tersebut mencatat bahwa 1% teratas rumah tangga AS menguasai sekitar sepertiga dari semua kekayaan.

Studi yang dilakukan oleh profesor keuangan Antoinette Schoar di MIT Sloan School of Management dan Igor Makarov di London School of Economics (LSE) ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Bitcoin tidak terdesentralisasi seperti yang dibayangkan.

Ini, kata The Journal, adalah upaya pertama kalinya untuk memetakan dan menganalisis setiap transaksi dalam lebih dari 13 tahun sejarah bitcoin. "Meskipun telah ada selama 14 tahun dan hype-nya telah meningkat, itu [bitcoin] masih merupakan ekosistem yang sangat terkonsentrasi," kata Schoar.

Setidaknya ada dua konsekuensi dari sentralisasi itu. Pertama, hal tersebut membuat seluruh jaringan bitcoin lebih rentan terhadap risiko sistemik. Kedua, itu berarti sebagian besar keuntungan dari kenaikan harga dan peningkatan adopsi bitcoin secara global dinikmati oleh sekelompok kecil investor.

Sementara, menurut catatan Cointelegraph, mengutip ucapan pendiri Quantum Economics Mati Greenspan,sebagian besar pasokan BTC yang beredar dikendalikan oleh Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin yang misterius itu. "Koin Satoshi saja menguasai lebih dari 5%," kata Greenspan kepada Cointelegraph.

Greenspan menambahkan, "Seiring waktu, kepemilikan Bitcoin dirancang agar lebih terdistribusi. Untuk uang fiat, hal sebaliknya cenderung terjadi.

Cointelegraph menjelaskan, perlu dicatat pula bahwa sebagian besar pasokan BTC yang beredar juga tampaknya tidak dikendalikan oleh siapa pun dan kemungkinan besar akan hilang selamanya. Menurut data perusahaan asuransi kripto Coincover, sekitar 4 juta BTC keluar dari sirkulasi lantaran kehilangan akses.

Bitcoin mulai diciptakan pada 2008 sebagai proyek perangkat lunak (software) yang bersifat terbuka (open-source) yang dimaksudkan untuk menjadi bentuk elektronik uang tunai fisik tanpa 'penjaga gerbang', seperti bank. Siapa saja dapat mengunduh software dan ikut menambang bitcoin.

Namun, dalam praktiknya, bitcoin menjadi sangat tersentralisasi. Kebanyakan orang yang berdagang (trading) kripto melakukannya melalui bursa tersentralisasi, macam Binance atau Coinbase. Kemudian, biaya penambangan menjadi sangat tinggi sehingga hanya sekelompok kecil perusahaan saja yang mampu melakukannya.

Menurut catatan WSJ, kekayaan penambang dan nilai pertukaran bitcoin telah meroket selama dua tahun terakhir seiring harga satu bitcoin melonjak dari US$ 5.000 pada Maret 2020 sempat ke level US$ 68.990 pada bulan lalu.

Sejurus dengan itu, jumlah orang yang memegang bitcoin lebih dari dua kali lipat dan sekarang termasuk sejumlah investor terkenal, manajer hedge-fund Paul Tudor Jones, pengusaha Elon Musk dan Mark Cuban, dan selebriti seperti aktris Maisie Williams.

Namun, jelas kedua peneliti di atas, sebagian besar transaksi bitcoin, atau sekitar 90%, berasal dari dua aktivitas yang tidak memiliki fungsi ekonomi aktual alias ekonomi riil.

Aktivitas pertama adalah cara jaringan memproses transaksi bitcoin--seperti setara dengan membuat perubahan sebesar US$ 20 saat seseorang membeli kopi. Yang kedua adalah transaksi yang dikirim antar wallet (dompet) oleh pengguna yang sama yang mencoba mengaburkan identitas mereka-taktik lazim bagi mereka yang mencari anonimitas.

Sementara, dari 10% volume yang tersisa--atau apa yang disebut para peneliti sebagai "volume nyata"--aktivitas trading (perdagangan) mendominasi. Transaksi antara bursa dan trading desk terdiri sekitar 75% dari total volume.

Trading desk adalah ruang khusus di dalam perusahaan keuangan tempat aktivitas trading berlangsung.

Sebagai perbandingan, persentase penipuan, situs perjudian, dan aktivitas terlarang lainnya, yang terkait dengan penegakan hukum dan aturan undang-undang, berjumlah kurang dari 3%.


Harga bitcoin sendiri masih berada di bawah level US$ 50.000 setelah dihantam sejumlah sentimen negatif akhir-akhir ini. Pagi ini, pukul 07.30 WIB, menurut Coinmarketcap, 

0 Comments