Bitcoin Cs Mendapat 'Legal', Investor Berlari ke Lebih Banyak Uang

kabaris.com - Harga Bitcoin, Ethereum, dan mata uang kripto berkapitalisasi besar lainnya kembali diperdagangkan di zona merah pada Jumat (17/12/2021) pagi WIB, setelah sempat rebound ke zona hijau pada Kamis.

Pasar crypto terkoreksi lagi karena investor cenderung merespons secara negatif sikap bank sentral Inggris yang menaikkan suku bunga acuan semalam.

Melansir data dari CoinMarketCap per 09:20 WIB, hanya koin digital Solana dan dua stablecoin digital yaitu Tether dan USD Coin yang masih diperdagangkan di zona hijau pagi ini.

Solana melesat 1,13% ke level harga US$ 178,88/coin atau setara dengan Rp. 2.566.928/coin (asumsi kurs hari ini adalah Rp. 14.350/US$).

Sedangkan sisanya dikoreksi lagi pagi ini. Bitcoin merosot 2,53% menjadi US$47.733,55/koin atau Rp684.976,443/koin, Ethereum turun 1,75% menjadi US$3.964,96/koin (Rp56.897.176/koin), Cardano anjlok 4,34% menjadi US$1.24/koin (Rp17.794/koin ), dan Polkadot turun 4,29% menjadi US$ 25,85/koin (Rp 370.948/koin).

Berikut pergerakan 10 cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar hari ini.

Kripto

Reli untuk Bitcoin dan cryptocurrency berkapitalisasi besar lainnya berumur pendek setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) setuju untuk mempercepat pengurangan pelonggaran kuantitatif (QE) atau tapering bulan ini.

Penurunan terjadi setelah bursa saham AS kembali terkoreksi, di tengah rencana bank sentral di negara maju untuk memerangi inflasi yang tinggi.

“Bitcoin dan [Big Tech] tampaknya akan dihukum lagi hari ini karena investor merealokasi beberapa taruhan berisiko mereka yang lebih menguntungkan,” kata Edward Moya, analis pasar senior Amerika di OANDA, dikutip oleh CoinDesk.

"Pasar kripto melihat banyak reposisi dan itu mengarah ke beberapa tekanan jual yang tidak diinginkan, tetapi prospek jangka menengah dan panjang tetap ada," tambah Moya.

Selain itu, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) yang telah menaikkan suku bunga tadi malam juga menjadi sentimen negatif di pasar crypto hari ini.

Sebelumnya, BoE telah menaikkan suku bunga acuan dari 0,1% menjadi 0,25%. Ini juga merupakan kenaikan pertama di antara bank sentral negara maju sejak era pandemi di tengah inflasi negara yang melonjak.

Pemicu perubahan kebijakan moneter menjadi lebih ketat terjadi setelah inflasi Inggris per November menyentuh level tertinggi 10 tahun 5,1% atau lebih tinggi dari target BoE 2%, dan juga lebih tinggi dari posisi Oktober 4,2%.

Di sisi lain, perekonomian Inggris diperkirakan akan tetap aman, dengan angka penyerapan tenaga kerja sebanyak 257.000 pekerja di perekonomian Inggris hingga November.

Padahal sebelumnya, pasar (dalam polling Reuters) menduga suku bunga acuan akan tertahan di level 0,1% menyusul merebaknya kasus Omicron.

Meskipun BoE menaikkan suku bunga acuan, Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga acuan pada 0%.

ECB sejalan dengan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), di mana mereka akan memangkas pembelian obligasi dan mereka juga tetap berkomitmen untuk melanjutkan dukungan kebijakan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk ekonomi zona euro hingga 2022.

Pembelian obligasi di bawah Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP) 1,85 triliun euro (US$2,19 triliun), yang berakhir pada Maret 2022, akan dipotong pada kuartal berikutnya ketika skema berakhir.

Namun, pembelian obligasi di bawah Program Pembelian Aset (APP), akan ditingkatkan untuk berfungsi sebagai jembatan untuk pelonggaran kuantitatif hingga akhir PEPP, setelah berlanjut pada kecepatan bulanan sebesar 20 miliar euro.

0 Comments