Bos PlayStation dipecat karena diduga pedofilia, berkencan dengan anak-anak

kabaris.com - Salah satu bos perusahaan konsol game raksasa, PlayStation, George Cacioppo diduga terlibat skandal pedofilia dengan seorang anak laki-laki.




Cacioppo diduga dipecat dari Sony karena keterlibatannya dalam sebuah video yang viral di internet.


Kasus tersebut terungkap setelah sebuah video menyebar dan menjadi viral di dunia maya, diduga membuktikan momen ketika Cacioppo minum kopi bubuk dengan seorang bocah lelaki berusia 15 tahun.


Cacioppo diduga bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai anak laki-laki berusia 15 tahun, menurut video yang diunggah 3 Desember oleh saluran YouTube People v. Pred.


"Kami mengetahui situasinya dan karyawan yang bersangkutan telah diberhentikan dari pekerjaannya," kata perwakilan Sony.


Dalam video tersebut, seorang juru kamera terlihat berjalan di malam hari menuju sebuah rumah. Seseorang yang terlihat seperti Cacioppo mengenakan kemeja PS5 terlihat berdiri di luar rumah.


Pria yang merekam video tersebut kemudian sempat berbincang dengan Cacioppo. Namun Cacioppo memilih masuk sambil menutup pintu setelah perekam video menanyakan sesuatu.


Kemudian pria yang merekam kamera mulai berteriak bahwa dia akan memanggil polisi. Menurut tautan Google Drive yang diunggah dalam deskripsi video YouTube, Cacioppo diduga berbicara dengan seseorang yang mengatakan bahwa dia berusia 15 tahun.


Dikutip dari CNet, bos PlayStation diduga bertemu bocah itu melalui Grindr, sebuah aplikasi jejaring sosial khusus untuk kaum LGBT.


Melalui tangkapan layar yang tersebar di dunia maya, keduanya bertukar foto dan membahas adegan seks.


Cacioppo diduga memberi tahu bocah itu namanya "Jeff" dan memberikan alamatnya. Kemudian remaja berusia 15 tahun itu mengaku membawa Uber ke kediaman Cacioppo, dan bos PS sudah menunggu di luar.


Dengan bukti dugaan bos PlayStation itu, People v. Preds mengkonfirmasi bahwa file tersebut telah dikirim ke Kantor Kejaksaan Distrik San Diego untuk proses hukum, menurut Game Industry.

0 Comments