China Diam-diam Mulai Gali Harta Karun Rp43.500 T Afghanistan


kabaris.com - China diketahui telah menjadikan Afghanistan sebagai salah satu portofolio investasinya bidang sumber daya alam. Bahkan baru-baru ini, diketahui bahwa perwakilan dari beberapa perusahaan China mengunjungi Afghanistan bulan lalu dengan visa khusus untuk memeriksa potensi proyek lithium di negara tersebut.

Namun, pemerintah China juga memberikan peringatan kepada perusahaan asal negaranya untuk beroperasi sesuai dengan izin yang diberikan. Hal ini menyusul karena banyaknya laporan mengenai penahanan orang asing yang melakukan eksplorasi tanpa izin.

"Saat ini ada banyak insiden penahanan warga asing tanpa izin di berbagai bagian Afghanistan," tulis keterangan dari kedutaan China di Kabul, seperti dilansir CNBC International, Jumat (17/12/2021).

Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan memang diketahui memiliki standar 'sangat ketat' untuk mengeluarkan izin untuk mencari mineral. Sehingga jika perusahaan dan individu yang melakukan ini tanpa izin berisiko ditahan.

Untuk diketahui, Afghanistan memang disebut memiliki cadangan mineral yang belum dimanfaatkan hingga US$ 3 triliun (sekitar Rp 43.500 triliun). Mengutip media Afghanistan Khamaa, negara Asia Tengah itu diklaim memiliki banyak hasil alam mulai dari mineral hingga hasil tambang lainnya.

Seperti emas, perak, dan plutonium, sejumlah besar uranium, tantalum, bauksit, gas alam, garam, batu logam. Lalu tembaga, perak, kromium, timah, bedak, belerang, batu bara, barit, dan seng.

Sumber daya ini belum dapat dimanfaatkan lebih lanjut mengingat eksplorasinya yang terhambat akibat perang dengan Taliban. Hal yang sama juga diungkapkan Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afganistan.

Badan pemerintah itu menyebut bahwa mereka telah menemukan 1.400 titik yang memiliki berbagai jenis sumber daya alam seperti gas alam, batu bara, garam, uranium, tembaga, emas, dan perak. Gas alam sebagian besar ditemukan di provinsi utara Balkh, Sheberghan, dan Saripol yang diperkirakan mencapai 100 hingga 500 miliar meter kubik.

Dalam penyelidikan terbaru yang dilakukan oleh NASA, ada lebih dari seratus zona minyak dan gas di Afghanistan. Laporan terbaru British Petroleum menyebut kapasitas minyak Afghanistan diperkirakan berada di kisaran 250 hingga 300 barel per hari.

Hasil ini memungkinkan Afghanistan memperoleh sembilan miliar dan seratus juta dolar per tahun dari sumber daya tersebut.  Tak hanya minyak, sumber daya batubara Afghanistan diperkirakan tersedia sebanyak 100 hingga 400 juta ton.

Sumber daya batubara telah dikonfirmasi berada di provinsi Baghlan, Kunduz,Herat, dan Balkh. Untuk emas, sumber mineral berharga itu telah ditemukan di beberapa lokasi yang tersebar. Ini beerada di provinsi Badakhshan, Kandahar, Kunduz, dan Zabul.

0 Comments