Emiten Teknologi Lippo Cetak Laba Bersih Rp 156,09 M

kabaris.com - Perusahaan investasi teknologi milik grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL) mencatatkan laba bersih senilai Rp 156,09 miliar pada akhir September 2021 lalu. Nilai ini berbanding terbalik dengan capaian perusahaan di periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi Rp 503,58 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, perusahaan juga telah mencetak laba bersih per saham senilai Rp 11 dari sebelumnya rugi Rp 34/saham.

Multipolar berhasil mencetak laba kendati pada periode ini pendapatan perusahaan mengalami penurunan 2,07% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi senilai Rp 7,42 triliun pada akhir kuartal III-2021. Sedangkan pada akhir periode yang sama 2020 perusahaan mencatatkan pendapatan Rp 7,57 triliun.

Beban pokok penjualan turun tipis menjadi Rp 6,01 triliun dari sebelumnya Rp 6,09 triliun. Beban usaha juga turun menjadi Rp 1,39 triliun dari posisi Rp 1,62 triliun bersamaan dengan beban keuangan yang juga berkurang menjadi Rp 484,57 miliar dari Rp 563,85 miliar.

Di tahun ini perusahaan mengantongi pendapatan investasi Rp 543,86 miliar, turun dari Rp 568,91 miliar di akhir September 2020. Namun bagian atas laba neto entitas asosiasi tercatat Rp 106,85 miliar, dari sebelumnya merugi Rp 203,60 miliar.

Pendapatan lainnya juga naik signifikan menjadi Rp 128,83 miliar dari Rp 82,96 miliar. Sedangkan pendapatan keuangan turun menjadi Rp 26,58 miliar dari Rp 36,37 miliar.

Di periode ini, tercatat nilai aset MLPL menjadi sebesar Rp 15,73 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2020 yang senilai Rp 15,68 triliun. Aset lancar tercatat mencapai Rp 4,65 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 11,07 triliun.

Dari pos liabilitas, terjadi penurunan hingga kuartal III-2021 menjadi Rp 11,01 triliun dari sebelumnya Rp 11,71 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 5,19 triliun dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka Rp 5,81 triliun.

Ekuitas perusahaan di akhir September 2021 lalu mencapai Rp 4,72 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2020 yang sebesar Rp 3,96 triliun.

0 Comments