Omicron Makan Korban, IHSG Buka Kehancuran

kabaris.com - Setelah menguat selama enam hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat dan dibuka di zona hijau perdagangan hari ini, Selasa (14/12/2021).




IHSG naik tipis 0,04% menjadi 6.665,38 pada pembukaan perdagangan. Namun selang beberapa menit IHSG langsung melambung ke zona merah dengan koreksi 0,40% ke level 6.633,51 pada pukul 09.15 WIB.


Asing masih membukukan aksi jual di saham domestik dengan net sell Rp 102 miliar di pasar reguler pada perdagangan pagi ini.


Saham yang paling banyak dijual asing adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan penjualan bersih masing-masing Rp 6,5 miliar dan Rp 5,3 miliar.


Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham asing yang paling banyak dikoleksi dengan net buy masing-masing Rp 7,2 miliar dan Rp 5,9 miliar.


Sentimen tidak menyenangkan datang dari pengembangan baru varian Omicron. Di Inggris varian Omicron dilaporkan telah merenggut nyawa satu pasien. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.


"Sayangnya ya, Omicron menyebabkan rawat inap dan sayangnya sekali lagi satu pasien telah dipastikan meninggal karena infeksi Omicron," kata Johnson kepada wartawan saat berkunjung ke klinik vaksinasi dekat Paddington, London, menurut Sky News.


Selain China, pemerintah setempat melaporkan kasus pertama Covid-19 varian Omicron di negaranya pada Senin, seperti dilansir Reuters dan media lokal.


Infeksi Omicron pertama di Negeri Panda itu ditandai dengan kasus impor, yakni dari seorang turis asing yang tiba di kota Tianjin dari luar negeri pada 9 Desember lalu. Saat ini, pasien tersebut dirawat dan diisolasi di rumah sakit setempat.


Sementara itu, bursa saham Asia cenderung mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street yang ditutup berbalik arah menuju zona merah pada perdagangan Senin.


Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 0,89% menjadi 35.650,949, S&P 500 turun 0,91% menjadi 4.669,14, dan Nasdaq Composite turun 1,39% menjadi 15.413,28.


Koreksi terjadi setelah saham maskapai AS turun, setelah AS mencatat 800.000 orang meninggal akibat Covid-19 pada Minggu (12/12/2021) lalu. Saham Boeing jatuh 3,7%, American Airlines turun 4,9%, dan Delta Air Lines turun 3,4%.


Di sisi lain, investor juga masih mencerna data headline inflasi yang kembali memanas. Inflasi Negeri Paman Sam dari sektor konsumen (Consumer Price Index/CPI) periode November 2021 yang dirilis Jumat (12/10/2021) lalu melonjak menjadi 6,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).


Kenaikan CPI AS bulan lalu merupakan lompatan terbesar sejak 1982. Angka tersebut juga sedikit lebih tinggi dari ekonom dalam jajak pendapat Dow Jones yang memperkirakan kenaikan 6,7%.


Investor cenderung menahan selera risikonya hari ini, menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve (Fed) AS yang akan diadakan selama dua hari, mulai Selasa (14/12/2021) hari ini hingga Rabu (12/15/2021) waktu AS.


Dalam pertemuan FOMC ini, para pembuat kebijakan diharapkan membahas percepatan program pengurangan pembelian obligasi atau tapering.

0 Comments