Omicron Masih Membuat Jiper, IHSG Merah!


kabaris.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada awal perdagangan dengan depresiasi 0,15% ke level 6.584,88. Setelah 12 menit, IHSG turun 0,25% ke level 6.579,22 pada Jumat (17/12/21) di tengah berita kedatangan varian Omicron COVID-19 ke Indonesia.

Nilai transaksi hari ini adalah Rp. 1 triliun dan investor asing telah melihat penjualan bersih sebesar Rp. 55 miliar di pasar reguler.

Asing membeli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 8 miliar dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 2 miliar.

Sedangkan penjualan bersih asing dilakukan pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang dijual seharga Rp. 18 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dijual Rp. 27 miliar.

Kabar mengejutkan datang dari bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) yang resmi menaikkan suku bunga acuannya dari 0,1% menjadi 0,25%. Ini juga merupakan kenaikan pertama di antara bank sentral negara maju sejak era pandemi di tengah lonjakan inflasi negara.

Pemicu perubahan kebijakan moneter menjadi lebih ketat terjadi setelah inflasi Inggris per November menyentuh level tertinggi 10 tahun sebesar 5,1% atau lebih tinggi dari target BoE sebesar 2%. Ini juga lebih tinggi dari posisi Oktober sebesar 4,2%.

Di sisi lain, perekonomian Inggris diperkirakan akan tetap aman, dengan angka penyerapan tenaga kerja sebanyak 257.000 pekerja di perekonomian Inggris hingga November. Padahal sebelumnya, pasar (dalam polling Reuters) menduga suku bunga acuan akan tertahan di level 0,1% menyusul merebaknya kasus Omicron.

Meskipun BoE menaikkan suku bunga acuan, Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga acuan pada 0%.

Namun, ECB sejalan dengan The Fed, dalam hal mereka akan memotong pembelian obligasi dan mereka juga tetap berkomitmen untuk melanjutkan dukungan kebijakan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk ekonomi Zona Euro hingga 2022.

Pembelian obligasi di bawah Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP) 1,85 triliun euro (US$2,19 triliun), yang berakhir pada Maret 2022, akan dipotong pada kuartal berikutnya ketika skema berakhir.

Namun, pembelian obligasi di bawah Program Pembelian Aset (APP), akan ditingkatkan untuk berfungsi sebagai jembatan untuk pelonggaran kuantitatif hingga akhir PEPP, setelah berlanjut pada kecepatan bulanan sebesar 20 miliar euro.

Sedangkan untuk pasar domestik, sentimen dari kasus pertama varian Omicron di Indonesia perlu dicermati kembali oleh pelaku pasar saat ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait perkembangan virtual pandemi Covid-19, Kamis (16/12/2021). BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, kemarin sore mengungkapkan Kementerian Kesehatan telah mendeteksi virus corona varian Omicron di Tanah Air.

"Tadi malam, Kementerian Kesehatan mendeteksi pasien N terkonfirmasi Omicron pada 15 Desember," katanya kemarin.

0 Comments