Timnas Indonesia Simpan Kekuatan di Piala AFF?

kabaris.com - Timnas Indonesia sepertinya masih mempertahankan kekuatan terbaiknya pada laga melawan Kamboja di Piala AFF 2020 (2021) di Bishan Stadium, Kamis (9/12). Hal ini sama seperti yang dilakukan Vietnam terhadap Laos (6/12).




Pada laga melawan Kamboja, Shin Tae Yong tidak menampilkan line-up ideal yang sebelumnya menjadi pilihan utama dalam laga uji coba timnas Indonesia.


Untuk posisi kiper, Shin memasang Syahrul Fadil. Duel melawan Kamboja merupakan debut pemain Tira Persikabo bersama timnas Indonesia di pentas internasional.


Shin pun memasang duet Ryuji Utomo dan Alfeandra Dewangga sebagai tembok pertahanan. Padahal sebelumnya Shin selalu memasangkan Fachruddin Aryanto dengan Victor Igbonefo, Elkan Baggott, atau Dewangga.


Hanya lini tengah dan penyerang yang nyaris tidak berubah. Pada menit ke-42, Pratama Arhan yang mengoperasi di sisi kiri ditarik keluar karena cedera. Sebagai gantinya, Shin memasukkan Edo Febriansyah yang juga melakoni debut bersama timnas.


Di awal babak kedua Shin langsung melakukan perubahan. Ryuji digantikan oleh Igbonefo, dan Irfan Jaya digantikan oleh Ramai Rumakiek. Tiga perubahan hanya dalam 45 menit adalah tanda bahwa Shin sedang berputar.


Kemudian Shin menggantikan Evan Dimas dengan Syahrian Abimanyu pada menit ke-72. Dalam pertandingan uji coba atau pertandingan resmi lainnya, Evan jarang diganti. Terakhir, Ezra Walian digantikan oleh Kushedya Hari Yudo pada menit ke-84.


Selain pergantian pemain, karakter Timnas Indonesia sedikit berubah setelah unggul 3-0. Karakter pressing dan quick pass tidak sekuat 33 menit sebelumnya. Pemain mulai memberi ruang bagi Kamboja untuk menekan.


Babak kedua bahkan lebih kontras. Permainan apik timnas Indonesia seperti melawan Taiwan dan Myanmar tidak terlihat. Anak-anak Garuda Merah Putih tampak tampil dengan bebas atau sesuka hati.

Usai pertandingan, Shin mengungkapkan kekesalannya terhadap gaya bermain pemain timnas Indonesia. Pelatih asal Korsel itu menyebut para pemain keluar dari grip atau jalur permainan yang sudah digariskan.


"Memang kami bisa saja mencetak empat gol, tapi permainannya tidak seperti yang saya inginkan. Tidak sampai 50 persen dari yang saya inginkan. Saya akan berbicara dengan para pemain agar mereka mengerti instruksi saya," kata Shin.


"Pemain menganggap lawan kami mudah. Ini salah pemain dan saya akan menegur mereka. Ini harus diperbaiki," kata pelatih timnas Korsel itu di Piala Dunia 2018 menambahkan.


Ini hampir mirip dengan kebijakan Park Hang Seo saat Vietnam melawan Laos. Dalam pertandingan ini, pelatih asal Korsel itu mempertahankan beberapa pemain inti seperti Que Ngoc Hai dan mengganti pemain vital.


Karakter Vietnam yang sebenarnya, yang biasa dipraktikkan di Kualifikasi Piala Dunia 2022, tidak terlihat. Para pemain Vietnam tampaknya sengaja menghemat energi dan menyembunyikan kualitas terbaik sepak bola mereka.


Selanjutnya, Timnas Indonesia akan menghadapi Laos pada Minggu (12/12). Sama seperti pertandingan melawan Kamboja, sepertinya Shin belum akan menurunkan kekuatan penuhnya dan melakukan rotasi sebagai modal melawan

0 Comments