5 Tanda Radiator Mobil Haus, Berbahaya Jika Diabaikan

kabaris.com - Radiator berperan cukup penting di mesin mobil. Air radiator berfungsi mendinginkan semua sistem yang butuh penyesuaian suhu.

Maka dari itu pemilik kendaraan sebaiknya rutin memeriksa kesediaan air radiator. Kekurangan atau kelebihan air radiator dapat memicu sejumlah masalah pada kendaraan.

Dikutip dari laman resmi Suzuki pada Selasa (4/1), air radiator yang memiliki fungsi untuk untuk menjaga temperatur mesin sehingga tidak terjadi overheat atau panas. Air akan dialirkan ke seluruh saluran sistem pendingin yang dililitkan ke area mesin.

Air radiator akan terus bergerak selama mesin bekerja atau dinyalakan. Volume air radiator sendiri dapat berkurang ketika terjadi kebocoran atau karena penguapan akibat panas berlebih dari mesin.

Berikut lima tanda-tanda air radiator mulai kurang atau habis:

1. Suara Mesin Kasar

Tanda pertama radiator mulai haus adalah munculnya suara kasar dari bagian mesin. Suara tersebut muncul karena mesin terlalu panas sehingga sistem pembakaran pun terpengaruh.

Proses pembakaran yang seharusnya berjalan normal, berubah menjadi lebih cepat membuat knocking di mesin. Pembakaran pada mesin pun menjadi tidak sempurna.

Ketika Anda mendengarkan suara kasar, maka segera berhenti dan cek air radiator ketika mesin mulai dingin. Mengisinya kembali menjadi solusi menghilangkan suara.

2. AC Kurang Dingin

Tanda air radiator mobil habis lainnya ini sangat mudah dirasakan karena berhubungan dengan AC. Ketika AC sudah dinyalakan dalam waktu lama dan udara dingin tidak kunjung terasa, maka hal tersebut mengindikasikan air radiator mulai haus.

Jika setelah mengecek freon masih banyak, artinya volume air radiator berkurang bahkan habis. Putaran kompresor AC berhenti karena mesin menghentikannya otomatis akibat panas.

Pengemudi hanya akan merasakan angin berhembus dari blower dan terasa hangat. Sebaiknya hentikan perjalanan dan coba cek kembali apakah air radiator habis.

3. Indikator Suhu Naik

Tanda air radiator mulai haus lainnya bisa terlihat secara otomatis dari indikator di dashboard mobil.

Pada bagian dashboard mobil, ada beberapa indikator yang muncul. Selain RPM Anda juga bisa dilihat indikator suhu udara. Pada saat suhu mesin normal, maka jarum berada di bagian tengah.

Namun ketika air radiator berkurang bahkan habis, maka jarum ini akan bergerak ke arah warna merah. Anda sebaiknya rutin memperhatikan jarum ini ketika sudah mengendarai selama beberapa menit.

Apabila terjadi perubahan arah jarum ke merah artinya sistem pendingin tidak bisa menstabilkan panas dari mesin secara keseluruhan. Sebelum jarum sampai ke warna merah, sebaiknya tambahkan air radiator.

4. Kap Mesin Keluar Uap

Tanda air radiator mobil habis yang paling berbahaya adalah muncul uap dari dalam kap mesin. Uap ini menandakan penguapan dari air radiator yang berlebihan. Sebagian besar penyebabnya adalah karena kebocoran.

Air radiator yang mengenai mesin karena bocor akan langsung menguap dan memunculkan uap air dan keluar dari kap mesin. Kebocoran bisa berasal dari selang radiator pecah, sambungan selang yang terlepas atau kebocoran water pump.

Apabila Anda rutin menambahkan air radiator maka kebocoran ini akan lebih dini terdeteksi dan tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. Jika memang sumber uap air adalah kebocoran maka Anda harus mengatasinya sesegera mungkin.

5. Mesin Jadi Loyo

Tanda terakhir yang bisa dirasakan adalah mengenai tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Penurunan tenaga dapat terjadi ketika Anda berkendara dengan rpm yang tinggi.

Anda pun merasakan mobil lebih berat padahal sudah menginjak pedal gas lebih dalam. Akselerasi yang menurun ini tentu akan mengganggu performa kendaraan.

Namun jika setelah diisi air radiator mobil tetap tidak bertenaga, artinya ada masalah lain yang perlu dicek. Segera datang ke bengkel resmi terdekat untuk pengecekan secara lengkap.

Itulah sejumlah tanda saat air radiator mobil haus, dan harus segera ditindaklanjuti.

0 Comments