Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Thailand vs Indonesia: Jaga Harga Diri Skuad Garuda

Saturday, January 1, 2022 | January 01, 2022 WIB Last Updated 2022-01-01T05:54:26Z

kabaris.com - Dengan perhitungan logika, Timnas Indonesia tak akan bisa menjuarai Piala AFF 2020 (2021). Thailand terlalu digdaya. Namun dengan mempertimbangkan harga diri, tak ada yang tak mungkin.

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand dalam leg kedua final Piala AFF 2020 pada Sabtu (1/1) malam WIB. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Nasional Singapura, Kallang.

Evan Dimas dan kawan-kawan memikul misi berat dalam pertandingan ini karena di leg pertama takluk 0-4. Ini membuat nasib skuad garuda di ujung tanduk. Menang masih mungkin, tetapi juara sepertinya nyaris mustahil.

Apa artikelnya? Thailand hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan Piala AFF edisi ke-13 ini. Tim asuhan Alexandre 'Mano' Polking tidak pernah kalah dalam penguasaan bola.

Kualitas individu para pemain Thailand juga ajaib. Chanathip Songkrasin, Theerathon Bunmathan, Narubadin Weerawatnodom, hingga Supachok Sarachat, adalah beberapa di antaranya.

Berkaca pada leg pertama, para pemain Indonesia tercengang saat menghadapi Chanathip dan Supacok. Hanya Rachmat Irianto yang terlihat berani membuat mereka berhati-hati untuk pamer.

Hal ini berbanding terbalik dengan kekuatan skuad Garuda melawan Malaysia. Dalam pertandingan ini para pemain tampak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Harga diri adalah kata penyemangat di ruang ganti.

"Pasti kalian juga merasakannya, tentu kita juga merasakan hal yang sama, melawan Malaysia tidak perlu banyak bicara, tapi kita tahu apa artinya pertandingan melawan Malaysia," kata Evan Dimas.

"Inilah pertandingan yang kita tunggu-tunggu. Artinya kita tidak boleh kalah. Kalau kalah, pertandingan kemarin tidak ada gunanya. Hei, hei, kebanggaan!" Ucap Evan dengan intonasi tinggi penuh emosi.

Alhasil, Indonesia sukses melumat Malaysia 4-1, meski sempat tertinggal 0-1 di awal pertandingan. Kemenangan ini membuat Timnas Indonesia menjadi juara Grup B dan lolos ke semifinal Piala AFF untuk kedelapan kalinya.

Apakah pertandingan melawan Thailand akan diperlakukan seperti melawan Malaysia?

Dalam arti tidak bisa, tapi ada 'balas dendam' yang bisa dipertahankan. Ada harga diri yang bisa dipompa untuk tampil 'gila'.

"Kami harus menyelesaikan leg kedua [final Piala AFF 2020] dengan haus dan lapar akan kemenangan. Kami harus melupakan leg pertama dan menebusnya di leg kedua," kata Evan saat konferensi pers, Jumat (12/12). 31).

Kata-kata Evan tampak diplomatis di ruang konferensi pers, tetapi nadanya kuat. Kapten timnas Indonesia itu seolah ingin menghidupkan kembali rasa 'harga diri' yang bergejolak saat bertemu Malaysia.

Dalam tujuh pertandingan Piala AFF 2020, Shin Tae Yong tidak pernah mengirimkan skuat standar. Dari segi skuat terbaik Timnas Indonesia, baik yang bermain di putaran pertama maupun putaran kedua.

Misalnya, Elkan Baggott dan Egy Maulana Vikri selalu menjadi pemain pengganti. Evan Dimas juga memulai sebagai pemain cadangan, setelah menjadi tulang punggung masa persiapan.

Untuk posisi penjaga gawang, Nadeo Argawinata menjadi pilihan utama Shin. Itu setelah Ernando Ari Sutaryadi cedera, Syahrul Fadil tampak ragu saat bertemu Kamboja, dan Muhammad Riyandi tak jelas kenapa tak dipercaya lagi.

Selanjutnya di pertahanan Shin mulai bersandar dengan tiga pemain bertahan. Fachruddin Aryanto, Rizki Ridho, dan Alfeandra Dewangga, menjadi pilihan utama, kemudian Baggott mendukung di babak kedua dengan mundurnya Ridho.

Sang full-back tidak ragu lagi. Asnawi Mangkualam Bahar dan Pratama Arhan menjadi senjata. Menurut pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni, kedua bek itu menjelma menjadi playmaker di sayap.

Beralih ke tengah Ricky Kambuaya tampak stabil. Irianto juga kalem, tapi sering diganti. Biasanya Evan yang menggantikan. Kini, dalam dua laga terakhir, I Kadek Agung juga mulai mendapatkan kepercayaan diri.

Kemudian posisi winger menjadi milik Witan Sulaeman. Pemain lain, seperti Irfan Jaya, Kushedya Hari Yudo, dan Yabes Roni, bergantian bermain. Hal yang sama terjadi pada Egy Maulana Vikri.

Untuk lini depan Shin juga belum menemukan pegangan. Ezra Walian, Dedik Setiawan, dan Hanis Saghara, bergantian bermain. Shin tampaknya tidak tahu siapa striker andalan di depan.

Lantas siapa saja 11 pemain inti Timnas Indonesia yang akan diperlihatkan Shin melawan Thailand? Akankah Baggot, Egy, dan Evan bermain sejak menit pertama? Apakah Shin datang dengan skema kejutan lagi?

Mengingat duel melawan Thailand merupakan laga pamungkas dan timnas Indonesia harus menang minimal 4-0 atau 5-1, 6-2, 7-3, dan seterusnya, tak ada salahnya menurunkan skema terbaik dari menit pertama.

Untuk laga final melawan Indonesia, Alexandre 'Mano' Polking, pelatih Thailand, berencana merombak komposisi tim pemenangan. Pasalnya, tim Gajah Perang sudah unggul 4-0 di leg pertama.

Jika perspektif Polking seperti itu, ini bisa menjadi celah. Dengan susunan pemain terbaik dan rasa percaya diri yang dihidupkan kembali, tim nasional Indonesia memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan.

Pelatih Inggris Gareth Southgate mengatakan: Setiap pertandingan, tidak peduli lawannya, memiliki potensi untuk menciptakan kenangan seumur hidup bagi penggemar Inggris di suatu tempat.

Selagi pertandingan masih berlangsung, final Piala AFF 2020 juga berpeluang dikenang oleh Indonesia.

×
Berita Terbaru Update