Ainun Najib: Indonesia Mengalami Polarisasi Karena Tidak Menguasai Teknologi

kabaris.com - Kader Nahdlatul Ulama (NU) Ainun Najib mengatakan Indonesia saat ini sedang mengalami polarisasi di masyarakat. Hal ini dikarenakan Indonesia masih terkendala dalam menguasai perkembangan teknologi.

“Di Indonesia kita sedang mengalami masalah itu [polarisasi]. Mungkin banyak yang melihatnya sebagai masalah sosial tapi nyatanya ini masalah teknologi karena kita belum menguasainya. Kita hanya mampu merespon kehadiran teknologi informasi dan media sosial. ," kata Ainun Najib dalam acara Haul virtual kepada -2 Salahuddin Wahid, Kamis (3/2).

Ainun mengatakan di Amerika Serikat (AS), terjadi polarisasi akibat kegagalan negara mengontrol struktur sosial yang terganggu oleh perkembangan teknologi seperti media sosial, berita palsu, dan berita palsu.

"Kami melihat ada polarisasi yang sangat besar. Dan dalam beberapa tahun terakhir dampaknya juga sangat-sangat signifikan terhadap stabilitas sosial di sana," kata Ainun.

Hal ini, kata Ainun, juga terjadi di Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi bahkan berpotensi jauh lebih dahsyat dalam beberapa dekade mendatang. Oleh karena itu, Ainun menghimbau kepada masyarakat, khususnya para nahdliyyin muda agar siap dengan perubahan tersebut.

“Ini baru permulaan. Karena dalam beberapa dekade ke depan, perubahan teknologi akan lebih dahsyat dan cepat sehingga kita semua, terutama nahdliyin muda, harus siap,” kata Ainun.

Ainun Najib adalah seorang praktisi teknologi informasi (TI) dan juga kader muda Nahdlatul Ulama yang kini bekerja di Singapura.

Belakangan, nama Ainun Najib menjadi sorotan karena disebut-sebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/7) lalu. /1).

Saat itu, Jokowi mengaku mengenal Ainun Najib. Jokowi kemudian berharap Ainun bisa kembali ke Indonesia untuk membangun ekosistem digital Indonesia.

“Tapi gaji di sana sangat tinggi, jadi kalau diundang ke sini harus bisa dibayar lebih dari di Singapura. Ini akan menjadi pekerjaan Pak Kiai.

Namun, Ainun mengaku bingung saat ditanya soal ajakan Jokowi untuk kembali. Diakuinya, hingga saat ini sama sekali belum ada pendekatan resmi dari pihak manapun yang mendatanginya.

"Belum tahu harus bagaimana, belum ada pendekatan resmi," kata Ainun dalam keterangan yang dikutip situs resmi NU, Kamis (3/2).

0 Comments