Harga Minyak Bervariasi Di Tengah Prediksi Peningkatan Pasokan OPEC


kabaris.com - Harga minyak bergerak mixed pada akhir perdagangan Selasa (1/2), waktu Amerika Serikat (AS). Langkah tersebut dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan pasokan global yang ketat di tengah spekulasi Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) meningkatkan pasokan lebih dari yang diharapkan.

Tercatat, harga patokan minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman April turun 0,1 persen menjadi US$89,16 per barel. Brent sempat merugi US$2 di awal perdagangan.

Di sisi lain, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 0,1 persen menjadi US$ 88,20 per barel. WTI turun hampir US$2 di awal perdagangan.

Pada pertemuan bulanan yang diadakan Rabu ini, OPEC+ diperkirakan akan memutuskan untuk meningkatkan produksi secara bertahap. Goldman Sachs menilai ada kemungkinan rally di pasar minyak akan mendorong peningkatan produksi lebih cepat.

Pada hari Jumat, harga minyak mentah acuan mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014, dengan Brent menyentuh $91,70 per barel dan WTI pada $88,84 per barel. Keduanya naik sekitar 17 persen pada Januari karena kekurangan pasokan, ketegangan politik di Timur Tengah dan antara Rusia dan Barat atas Ukraina.

Sebuah sumber Reuters mengatakan pertemuan panel teknis OPEC+ Selasa tidak membahas kenaikan lebih dari yang diharapkan 40.000 barel per hari mulai Maret.

"Saudi cenderung menghindari penyesuaian besar karena mereka telah terbukti mahir dalam beberapa tahun terakhir dalam menapaki garis tipis dalam mengarahkan harga global ke arah pilihan mereka," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena.

Sementara itu, broker minyak PVM Tamas Varga menilai pasar minyak saat ini dalam kondisi bullish.

"Ketegangan internasional, persepsi pasokan yang ketat, dan musim dingin adalah faktor terpenting di balik kekuatan tersebut," kata Varga.

Sementara itu. harga berada di bawah beberapa tekanan dari ekspektasi kenaikan pasokan minyak mentah AS minggu ini. Analis memperkirakan stok akan naik 1,8 juta barel.

Menurut Varga, meningkatnya perbedaan di pasar minyak mentah fisik menyiratkan kekhawatiran tentang pasokan yang ketat. Salah satu minyak mentah Laut Utara yang menopang Brent Ekofisk diperdagangkan pada level tertinggi dalam lebih dari satu dekade pada hari Senin.

0 Comments