Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hukum Begal Payudara dalam Islam

Wednesday, September 7, 2022 | September 07, 2022 WIB Last Updated 2022-09-10T02:14:02Z

 Hukum Begal Payudara dalam Islam


Assalamu ‘alaikum wr. wb.


Sahabat Kabar Islam Belakangan ini banyak sekali pemberitaan tentang praktik perampokan payudara. Pelaku meremas payudara seorang wanita pengguna jalan lalu kabur dengan sepeda motor. Beberapa pelaku beruntung bisa lolos. Namun beberapa pelaku bernasib sial. Mereka yang tertangkap diadili oleh massa sebelum diserahkan ke polisi.


Penanya dan pembaca yang terhormat. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Akhir-akhir ini banyak sekali praktek kriminal yang disebut begal payudara. Perampokan payudara adalah kejahatan yang dilakukan dengan cara menyentuh atau meremas payudara wanita. 


Seringkali penjahat melakukan aksinya dengan mengendarai sepeda motor layaknya perampok. Pelaku begal yang tertangkap biasanya diadili oleh masyarakat.


Sedangkan bagi Islam sendiri, praktik begal payudara merupakan bentuk kemaksiatan. Syekh M bin Salim bin Said Babashil menyebutkan praktik sejenis praktik payudara menjadi rumpun maksiat yang dilakukan dengan tangan.


ومنها (لمس) جزء من بدن المرأة (الأجنبية) إذا كان ذلك عمدا 


Artinya, “Salah satu maksiat tangan adalah menyentuh salah satu anggota tubuh perempuan lain (bukan istri dan bukan mahram) bila dilakukan secara sengaja,” (Syekh M bin Salim bin Said Babashil, Is‘adur  Rafiq wa Bughyatut Tashdiq, [Surabaya, Maktabah Al-Hidayah: tanpa tahun], juz II, halaman 102).


Adapun pelaku perampokan payudara, baik yang tertangkap tangan oleh masyarakat maupun yang berhasil melarikan diri, dianjurkan bertaubat agar tidak mengulangi perbuatannya dan dianjurkan bersedekah minimal setengah dinar (satu dinar sekitar 4,45 gram emas).


وتقدم قبيل كتاب الصلاة أنه يندب لكل من ارتكب معصية أن يتصدق بنصف دينار 


Artinya, “Sudah lewat sebelum kitab shalat bahwa orang yang melakukan maksiat dianjurkan untuk bersedekah sebanyak satu dinar,” (Syekh Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatit Thullab, [Beirut, Darul Fikr: 2006 M/1426-1427 H], juz II, halaman 417).


Praktik begal payudara masuk dalam kejahatan yang levelnya mengharuskan pelaku dikenakan sanksi takzir. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebut takzir sebagai hukuman yang dijatuhkan atas dasar kebijaksanaan hakim karena tidak terdapat di dalam Al-Qur’an dan hadits. Adapun takzir secara bahasa bermakna pendidikan atau pembinaan. Dalam istilah syariat, takzir adalah sanksi atau hukuman berupa pukulan atau tahanan sebagai pendidikan adab (pembinaan moral) atas dosa yang tidak ada had dan kafarat-nya secara umum.


(ويعزر) أي الإمام أو نائبه (لمعصية) لله أو للآدمي (لا حد) أي لا عقوبة (لها ولا كفارة غالبا) كمباشرة أجنبية في غير الفرج

 

Artinya, “Pemerintah atau aparatnya melakukan hukum takzir atas maksiat yang berkaitan dengan hak Allah atau hak Adami yang tidak ada hudud (sanksi had) dan tidak ada kafaratnya secara umum seperti menyentuh anggota tubuh perempuan lain selain kemaluan,” (Syekh M Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain fi Irsyadin Mubtadi’in, [Bandung, Syirkatul Maarif: tanpa tahun], halaman 356).


Dalam konteks Indonesia, kami menyarankan agar masyarakat tidak mengambil tindakan hukum sendiri-sendiri terhadap pelaku perampokan payudara. Sebaiknya masyarakat menangkap pelaku perampokan payudara dan menyerahkannya kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. 


Semoga dapat dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.


Wassalamu ’alaikum wr. wb.


×
Berita Terbaru Update